Berstatus Siaga, Gunung Karangetang Diguncang 107 Kali Gempa Dalam Sehari

Gunung Karangetang Sulawesi Utara berstatus Siaga atau level III. Tercatat, gunung tersebut sudah 107 kali diguncang gempa pada 7 Februari 2019.



Berdasarkan situs resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi (PVMBG), melalui rekaman seismograf Gunung Karangetang diguncang 37 kali gempa Guguran, 53 kali gempa Hembusan, 8 kali gempa Hybrid, 9 kali gempa Tektonik Jauh (1 kali di antaranya merupakan gempa terasa pada skala III MMI), dan ditambah dengan Tremor Menerus dengan amplitudo 0,25 - 1 mm, dominan 0,25 mm.

"Dari kemarin hingga pagi ini visual gunungapi terlihat jelas hingga tertutup kabut. asap kawah utama teramati berwarna putih tebal setinggi 150 m diatas puncak. Angin bertiup lemah ke arah tenggara dan barat daya. suara gemuruh lemah sampai agak kuat terdengar sampai di pos pga. Panjang tumpukan atau leleran lava sungai melebuhe lk 3500 meter dari puncak kawah II.


Di ujung tumpukan atau leleran lava terjadi penguapan dan menimbulkan kepulan asap putih tebal mengepul. dan guguran dari pinggiran tubuh lava sering terjadi yg menimbulkan asap coklat, kelabu terkadang kehitaman tipis sampai tebal. Saat ini aliran lava sudah mencapai laut," tulis PVMBG sebagaimana dikutip situs resminya, pada Jumat (8/2/2019).

PVMBG juga mengimbau untuk masyarakat disekitar Gunung Karangetang dan pengunjung atau wisatawan agar tidak mendaki serta melakukan pendakian dan tidak berkativitas di dalam zona bahaya radius 2,5 hingga 4 kilometer.

"Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang yang berada di area Baratlaut-Utara dari Kawah Dua, di antaranya Desa Niambangeng, Desa Beba dan Desa Batubulan agar dievakuasi ke tempat yang aman dari ancaman guguran lava atau awan panas guguran Gunung Karangetang yaitu di luar zona bahaya tersebut pada poin di atas.

Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiap siagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai," tulis PVMBG.

Comments

Popular posts from this blog